Jadilah Blogger dan Pengajar
Sebenarnya ada kaitannya antara pengajar dengan kegiatan blogging. Meski dalam prakteknya tidak terlalu banyak pengajar yang suka ngeblog.
Blogging adalah kegiatan menuangkan ide atau gagasan untuk menyampaikan informasi jepada pembaca. Pengajar pun sama, mereka menyampaikan informasi berupa pengetahuan kepada anak didiknya. Dari sini blogging jelas memiliki kesamaan dalam penyampaian informasi.
Perbedaan keduanya terletak pada jangkauan sasaran informasi. Blogging memiliki sasaran yang lebih luas. Siapapun yang mendapati postingan blognya, maka itulah sasaran pembacanya. Sedangkan pengajar, sudah jelas, anak didik adalah sasarannya.
Blogging tidak memiliki sasaran jelas siapa yang akan dituju. Siapapun bisa menjadi sasarannya tergantung bagaimana mesin penelusuran daring menyajikan blognya pada urutan teratas di daftar pencarian. Sasarannya bisa saja meluas atau bisa jadi malah tidak ada yang menemukan blognya. Banyak tidaknya jangkauan pembaca blog tergantung dari banyak faktor. Salah satunya adalah keahlian blogger dalam mengoptimalkan keberadaan blog terhadap mesin penulusuran daring.
Sementara Pengajar sudah jelas dan lingkupnya terbatas pada ruang kelas. Semua pendengar informasi yang disampaikan pengajar sudah diketahui faktor penunjang lainnya agar sasaran informasi memahami dan menguasai materi yang disampaikan. Selain itu, pengajar akan mengetahui sejauh mana subjek penerima informasi, anak didik, telah menguasai kompetensi dari informasi yang telah disampaikan.
Pengajar, dalam hal ini saya sebut pengajar adalah guru, tidak hanya bertugas menyampaikan informasi. Tetapi juga pendidik, pengarah, sekaligus menilai keberhasilan anak didik. Apakah mereka telah memahami materi atau informasinya atau belum. Kemudian pengajar akan mengambil tindakan agar semua siswa menguasai informasi yang telah disampaikan. Paling tidak mencapai batas minimal yang telah disepakati dalam kurikulum.
Ada baiknya pengajar juga menjadi seorang blogger. Mengapa? Karena pengajar wajib mengembangkan kompetensi, dalam hal inj, kompetensi yang diharapkan adalah kompetensi pengajar dalam menulis.
Aktivitas menulis sudah pasti sangat akrab bagi pengajar. Mereka menulis berbagai macam ringkasan informasi baik berupa refrensi maupun eksposisi agar anak didik memahami materi yang disampaikan. Begitu juga blogging. Keseluruhan konten blog adalah tulisan. Maka jika dipadukan antara aktivitas menulis seorang pengajar dengan blogging akan sangat memperkaya keilmuan dalam pendidikan kita.
Boleh jadi seorang pengajar menemukan cara efektif dalam mengajar. Kemudian penemuannya itu dituliskan dalam media blog. Tulisannya akan dibaca oleh pengunjung blog yang mungkin saja seorang pengajar juga. Pengunjung blog kemungkinan besar akan terinspirasi. Pun tidak, akan ada interaksi berupa masukan-masukan dari pengunjung blog.
Tidak ada yang rugi dalam berbagi informasi. Pengajar yang merangkap menjadi blogger setidaknya menyumbangkan informasi bermanfaat bagi orang lain. Apalagi seandainya blog yang dimiliki pengajar sudah bermitra dengan pengiklan. Pundi-pundi rupiah akan mudah didapatkannya.
Memang, menuju blogger yang berpenghasilan tinggi itu membutuhkan usaha dan waktu yang tidak singkat. Tidak serta merta blogger itu berpenghasilan tinggi. Apalagi blogger Indonesia sudah tumbuh banyak. Apalagi yang orientasinya pada pendidikan. Terbukti ketika kita browsing materi pelajaran akan muncul banyak blogger Indonesia menyajikannya.
Namun, itu tidaklah menjadi masalah besar. Bagi pengajar yang mencintai dunia tulis-menulis, itu tidak masalah. Sebab orientasinya pada rasa cinta itu sendiri. Kecuali jika pengajar itu berorientasi pada materi. Sudah pasti kekecewaan akan didapat.
Selain persaingan antarblogger, banyak juga blogger yang suka meng-copy paste artikel blogger lain dan mengakui itu artikelnga. Blogger ini tidak sedikit. Kehadiran mereka sangat merugikan blogger yang benar-benar memikirkan setiap artikelnya. Kerugian lainnya juga berpengaruh terhadap pengindeksan mesin penulisan daring. Blogger asli akan kalah bersaing.
Mengatasi masalah di atas, blogger dibantu oleh DMCA. Dimana situs ini akan menjadi pengadilan bagi blogger yang merasa dirugikan ketika artikelnya dicuri. DMCA akan melakukan prosesnya san membaca setiap blogger yamg mencuri artikel dari blogger asli. Resikonya, blogger penjiplak akan dihapus oleh sistem dan sangat mungkin blognya tidak bisa diakses.
Comments
Post a Comment